Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Tante Menggoda Ku Dengan Toket Brutal 1
Siskaee
February 22, 2026
Biodataviral.com - Aku terbangun ketika bel pintu berbunyi. Ah, aku lupa, kalau pintu masih terkunci. Disampingku Bu Ayu masih tertidur pulas. Kelelahan dia. Kuperhatikan tubuhnya yang halus dan putih. Dadanya masih kelihatan kencang dan perutnya juga tidak gendut. Aku suka keindahan yang dimiliki oleh ibu muda ini. Bel di pintu bunyi lagi. Mungkin Bang Jay pulang, kata batinku.
Aku bangun dengan malas. Aku ambil pakaian bersihku di lemari. Celana training dan kaos oblong, agak buru-buru aku memakainya. Aku tidak memakai celana dalamku. Aku juga tidak sempat untuk merapikan pakaianku yang berserakan di samping tempat tidur.
“Maaf, menunggu lama ya?” kataku pada Bang Jay yang berdiri di pintu.
Ada rasa bersalah timbul. Seharusnya pintu tidak kukunci, tapi keliaran Bu Ayu tadi membuat aku takut ketahuan.
“Baru akan ditelpon,” katanya sambil mengantongi HPnya,”Baru tidur ya?”
Aku mengangguk sambil kusapu mukaku. Mungkin tampangku kacau, aku belum sempat bercermin tadi. Baru kusadar kalau tanganku belum kucuci, masih ada bau vagina tercium olehku.
Dia masuk dan membuka sepatu sendalnya. Map besar yang disandangnya ditaruh di meja makan, sedang ranselnya di taruhnya di sofa. Bau keringatnya cukup merangsang. Kancing kemejanya yang tidak dikancing, memperlihatkan dadanya yang bidang. Aku menelan liurku, kembali terbayang ketika Bang Jay mandi. Pintu kembali kututup.
Dia mengambil minuman kaleng di pojok dapur. Dia membuka kemejanya dan menaruhnya di sandaran meja makan. Bulu dada yang halus dan bulu di bawah pusarnya kulihat sangat seksi. Ah, fantasiku mulai lagi..
Kubuyarkan lamunanku. Kalau Bang Jay ke kamar, dia pasti melihat Bu Ayu. Jantungku berdebar, takut ketahuan. Masih ada rasa malu ya? batinku menggoda. Zinah yang kamu lakukan bersama Bu Ayu akan tetap jadi dosa, Yadi!
Aku menuju kamar mandi, sambil sebelumnya aku tutup pintu kamarku yang tidak tertutup rapat. Aku segera cuci tangan pake sabun. Kucuci juga mukaku. Mulut dan hidungku kusapu agak lama. Oral yang kulakukan di vagina Bu Ayu meninggalkan bau yang masih merangsangku. Kembali aku bilas mulutku dengan air yang banyak di wastafel.
“Tadi saya sudah ke Mas Narto,” lapor Bang Jay dari ruang makan.
Setelah aku keringkan mukaku dengan handuk, segera aku keluar dari kamar mandi.
“Lalu asistensinya bagaimana, Bang?” tanyaku. Dia menunjuk ke map besar di meja makan. Sambil minum dia berdiri di bawah ac.
Rupanya sangat kepanasan dia setelah dari luar. Aku tahu isyaratnya. Aku buka mapnya, dan mengeluarkan isinya berupa beberapa lembar storyboard yang tampilannya seperti komik. Bagus sekali. Sudah berwarna lagi. Aku duduk di kursi makan diikuti Bang Jay.
Dia meletakkan kaleng minumannya, dan membantuku membentang 5 lembar gambar storyboard yang berukuran doble folio itu. Menyusunnya di meja makan agar kami mudah mengamatinya. Bau badannya sangat dekat di hidungku. Entah kenapa, ada keinginan untuk mencium langsung tubuhnya.
“Saya cuma koreksi untuk di endingnya saja,” kata Bang Jay,”Mungkin besok, Mas Narto datang bawa koreksinya.”
Aku melihat halaman storyboard yang dimaksud Bang Jay. Gambar ulustrasi yang memperlihatkan wadah bedak yang terbuka di rak kamar mandi, sedangkan backgraundnya cowok sedang mandi. Ada tulisan slogan di bawahnya. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...