Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral! Berbagi Anus dan Toket Ke Dosen
Piool.com - “Nah, ‘Ndra ini kamarmu”
“Jadi menurutmu gimana kamarnya?” Tanya Tante padaku.“Memang agak berantakan sih, soalnya kamar ini jarang dipakai” Tambahnya lagi.
“Ah, bagus kok Tante!” Jawabku.
“Malah lebih besar dari kamarku dirumah sana.” Tambahku.
“Bagus deh kalo kamu suka kamarnya.” Ucap Tante lagi.
Tante sedang mengajakku melihat-lihat sebuah kamar dilantai dua rumahnya. Didalam kamar itu kulihat ada sebuah kasur bertingkat, meja belajar, lemari pakaian serta sebuah kamar mandi. Ruangan inilah yang mulai semester ini akan aku tempati sebagai rumah keduaku. Sebelumnya aku berangkat kuliah dari rumah orangtua ku yang berjarak sekitar 20 km dengan sepeda motor. Karena aku sering kecapekan, makanya aku ditawari tinggal bersama tanteku dirumah ini, yang memang jarak dari sini ke kampusku hanya sekitar 10 menit saja, itulah yang menjadi salah satu partimbangan ku, yang membuat aku menerima tawarannya.
Dalam rumah yang cukup besar ini hanya dihuni oleh empat orang saja yaitu, Tante Maya, dan dua orang anaknya serta Bi Yani; pembatu dirumah ini. Anak Tante maya itu yang satu laki-laki dan yang satunya lagi perempuan. Yang laki-laki masih sekolah kelas 2 SMU, dan yang perempuan masih 5 tahun. Sedangkan paman Andre, ayah mereka, sudah lama meninggal.
Sebenarnya aku tidak suka numpang dirumah orang lain walaupun itu masih keluargaku sendiri, karena aku merasa nggak enak sama yang punya rumah dan ruang gerak yang terbatas alias nggak bebas. Tapi ada sebuah alasan kuat yang membuatku mau tinggal, alasan tergila, yaitu karena aku tergoda oleh anak sulung keluarga ini, Teddy. Kenapa? Karena aku ini gay, aku menyukai sesama jenisku, yaitu pria.
“Udah yah ‘Ndra tante tinggalin” ucap Tante.
“Kalo kamu ada perlu apa-apa, bilang aja sama tante,”
“Nggak usah malu-malu. Anggap aja ini rumah kamu sendiri” tambahnya.
“Ted, bantu Indra membereskan barangnya, ibu mau ke rumah Bu RT dulu!” Suruh tanteku pada Teddy.
“Iya!” Jawabnya. Dan kami ngobrol sambil membereskan barang-barangku.
“Ted, ini tadinya kamar siapa?” Tanyaku memulai percakapan.
“Oh ini, tadinya kamar Teddy, cuman karena tempatnya sepi jadi Teddy tidur dikamar bawah.” Jawabnya menjelaskan.
“Diatas sini kan cuma ada satu kamar ini” Tambahnya.
“O, tapi sekarang kan ada gue, kamu tidur disini aja, gimana?” Bujukku.
“Emm..” Teddy terlihat berpikir.
“Ayolah, please! Biar kalo malem-malem gue ada temen ngobrol. Jadi nggak bete” Tambahku meyakinkannya.
Terkait
“Ok deh!”
“Teddy juga emang suka bete, kalo malem-malem pasti langsung tidur, soalnya nggak ada yang bisa diajak ngobrol.” Jawabnya mengiyakan.
“Kakak mau di kasur atas atau yang bawah?” Ucapnya balas bertanya.
“Mm.. Dimana yah.. Mm.. Aku di atas aja deh.” Jawabku singkat.
“Ok berarti Teddy di kasur bawah.”
“Kalau gitu Teddy bawa barang-barang sama baju-baju Teddy dulu kesini.” Ucapnya.
“Eh entar aja kalau barang-barang gue udah selesai. Entar gue Bantu deh.” Ucapku memberi saran. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...