Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Kisah Sakitnya Anus Ku Di Sodok Tapi Lama-Lama Nikmat

 Tradingan.com - “Hai, celanamu bagus. Dimana kamu jahitinnya?” tanyaku kepada Rasta.

“Di dekat kampus. Wow, banyak kok. Bertebaran deh”.
“Boleh dong aku diantar ke sana?”
“Kapan kamu maunya?” demikian Rasta menimpali.

Aku meneliti celana jeans yang sedang dikenakan Rasta siang itu. “Tolong dong, diangkat bajunya, aku mau lihat jahitannya?” kataku sambil merunduk ke arahnya. Rasta segera mengangkat t-shirt yang dipakainya tinggi-tinggi. Terlihat bulu-bulu halus berbaris dibawah pusarnya dengan arah kontur jelas bersumber dari sesuatu yang ada di bagian pangkal pahanya.

“Lho, kok longgar, sih?” kataku mengomentari lingkar celana yang terlihat besar. “Nih, lihat, empat jariku dapat masuk ke dalamnya” aku memasukan jemariku ke bagian dalam celana jeansnya untuk menunjukan hal itu. Pada saat yang sama, aku sempat terkejut, ternyata Rasta tidak memakai celana dalam. Tanganku langsung menyentuh pubicnya yang terasa sekali kelebatannya. Wajah Rasta bersemu merah. Malu. Aku pura-pura tidak melihat perubahan pada wajahnya.

Setelah kejadian itu, pikiran ngeresku selalu membayangkan aku dapat memegang bahkan melumat sekalian sesuatu yang ada di antara pubicnya itu. Kala itu jangkauan tangganku tidak dapat mencapainya. Karena ia belum ereksi.Tapi intuisiku mengatkan bahwa probabilita Rasta dapat juga menikmat seks sejenis adalah sekitar 80-90% kebenarannya. Aku hanya perlu membuktikan hipotesa saja. Apalagi dari analisa sikap dan perilakunya sebagai seorang ‘anak mami’ yang dandy dan fasionable. Dia malu sekali ketika aku mengomentari kuku tanganya yang bersih karena melakukan treatment menipedi (Manicure and Pedicure).

Memang sih, kutahu ia punya girl friend. Aku juga kenal kok dengan pacarnya itu. Tapi menurut pandanganku itu tidak menjadi alasan yang signifikan bahwa ia tidak bisa lagi make love sejenis. Sesuatu yang membuat aku begitu yakin adalah selera pilihannya terhadap warna-warna tertentu serta sikapnya yang manja kepadaku. Aku biasa memeluk dan mencium pipinya ketika ulang tahun. Suatu kali, bahkan pernah kami bersentuhan bibir. Namun, aku tidak ingin gegabah bertindak lebih yang akhirnya merusak pertemanan itu.

Sampai pada suatu ketika ia datang kerumahku dengan keadaan basah kuyup. Saat itu memang kebetulan hujan deras.

“Lho kok tumben sampai kebasahan gitu?” kataku kepadanya sambil memberikan handuk dan ganti pakaian kering kepadanya.
“Rumahmu, sih, pake masuk gang segala. Sialnya, aku sedang gak bawa payung lagi” Rasta menggerutu, kemudian ia melanjutkan “Menunggu hujan berhenti, wah, aku gak sabar deh. Makanya aku beranikan monek (modal nekad) aja menerabas hujan. Kalau mama tahu begini pasti sih diomelin. Ntar pilek, batuk, he he…he….he..he..” Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia